Kiat sukses SMK Katolik St Familia Tomohon Raih Nilai Tertinggi
Keberhasilan yang diraih SMK
Katolik St Familia menjadi sekolah kejuruan terbaik se-Sulut setelah memperoleh
nilai rata-rata tertinggi pada hasil akhir kelulusan 2011, ternyata tak didapat
dengan instan. Banyak kiat yang dilakukan sekolah, baik guru, siswa maupun
orang tua sehingga akhirnya bisa berbangga atas hasil yang dicapai.
SENYUM dari wajah Herald Nickson
Aray, Kepala Sekolah SMK Katolik St Familia terus mengembang, saat Tribun
Manado berkunjung, Kamis (19/5) sekitar pukul 10.00 WIta. Sebab, ia mengaku
bangga dengan prestasi yang ditorehkan sekolahnya pada tahun ajaran 2010/2011.
“Saya tidak pernah menyangka sekolah kami bisa meraih nilai rata-rata terbaik
di Sulut, karena sebelumnya memang tak pernah ditargetkan untuk mencapai itu,”
katanya, kemarin.
Dikatakan Aray, kunci
keberhasilan meraih prestasi itu tak lepas dari strategi untuk tak menetapkan
target, tapi menjalankan proses belajar mengajar dengan benar, sesuai standar
kompetensi kelulusan siswa. “Saya, guru-guru dan juga siswa-siswa tak punya
beban, karena tak menetapkan target awal. Hanya menjalani proses saja dengan
kesungguhan hati, dan hasilnya bisa kita lihat,” ungkapnya.
Setiap hari, menurut Aray,
penerapan disiplin di sekolah sangat ketat dimana setiap siswa diwajibkan
datang tepat waktu yakni pukul 06.45 Wita. “Yang terlambat selalu
diberikan sanksi, agar mental dan kepribadian mereka semakin terbentuk dengan
benar. Misalnya dilakukan pembinaan lewat kegiatan bersih-bersih hingga baris
berbaris dan mereka diwajibkan melaksanakan ibadah sebelum mulai pelajaran di
sekolah,” tutur Aray.
Lewat kiat-kiat seperti itu,
katanya karakter siswa semakin terbentuk, sehingga ketajaman intelejensia juga
semakin meningkat. Pihak sekolah juga intens bersinergi dengan masyarakat,
pemerintah dan stake holder lainnya, sehingga kelemahan-kelemahan yang ada
dapat dibenahi untuk peningkatan mutu pendidikan. “Kemampuan kognitif, afektif
dan psikomotor siswa selalu kami tingkatkan, dengan peka melihat apa yang
dibutuhkan siswa, karena guru sebagai agen pendidikan harus mampu
melakukannya,” terangnya.
Sekolah juga giat menggelar
kegiatan ekstra kurikuler, seperti kegiatan olah raga, seni yakni music
kulintang, band, tari-tarian, hingga membuat kelas English conversation, untuk
memproses para anak didik menjadi lebih pintar. “Kemampuan mereka disini
semakin terasah, karena diajarkan secara rutin, seperti ada hari-hari tertentu
yang diwajibkan berbahasa Indonesia dengan baik dan benar lewat program Aku
Cinta Bahasa Indonesia,” ucap Aray.
Dengan adanya program tersebut,
siswa memiliki kemampuan berpidato, bercerita dongeng, hingga melakukan
argumentasi lewat debat yang terstruktur. “Persoalan hangat yang terjadi di
masyarakat selalu dibedah, setelah mereka menggali informasi mendalam dari
berbagai sumber,” imbuhnya.
Setiap Jumat, siswa juga
diwajibkan untuk berbahasa Inggris di sekolah, dengan kemampuan yang dimiliki.
“Walau tahu sedikit-sedikit mereka berusaha untuk berbahasa Inggris, disiapkan
conversation club dan tenaga pengajar dari Amerika sebagai keynote speaker,
sehingga siswa dapat menguasai dengan benar, dan inilah yang membantu
pencapaian prestasi sekolah,” ujar Aray.
Prestasi yang dicapai tahun ini
juga, menurutnya, tak lepas dari pelayanan sepenuh hati yang dilakukan oleh
guru-guru lewat daya upaya tak kenal lelah. Di sekolah ini tercatat 28 guru
yang mengajar, dimana 14 diantaranya telah disertifikasi atau berpredikat
sebagai guru professional. “Jauh hari sebelum ujian akhir dilaksanakan
guru-guru telah membekali siswa dengan berbagai pengetahuan, lewat pengayaan
soal, bimbingan belajar, try out hingga remediel terhadap mereka yang dinilai
kurang mampu dalam menyelesaikan soal,” tegasnya.
Ruddy Tumurang, guru Matematika
di SMK Katolik St Familia menambahkan setiap hari diadakan tambahan belajar
selama 2 jam, sesudah pelajaran regular tuntas diikuti oleh siswa. Guru-guru
juga, katanya giat melakukan evaluasi dan penyajian soal terhadap siswa yang
disesuaikan dengan standard kompetentsi kelulusan. “Identifikasi terhadap soal
ujian 5 tahun terakhir selalu kami lakukan sesuai standard kompetensi
kelulusan, jadi saat ujian siswa tidak takut lagi, karena mereka mampu
menganalisa dan menjawab soal dengan baik,” tegasnya.
Sekitar 168 siswa yang ikut ujian
akhir beberapa waktu lalu, kata Ruddy, selalu mengerjakan soal dengan teliti
saat digelar pengayaan, dan saat tak mampu menjawab selalu ditanyakan, sehingga
kesulitan yang dialami bisa diketahui dan diatasi dengan cepat. “Anak-anak
sangat aktif bertanya, sehingga mereka mampu menganalisa dengan benar dan
hasilnya sangat optimal,” katanya.
Dengan fasilitas pendukung yang
memadai, seperti Hotel Mini, Unit Konveksi (Jahit menjahit), Laboratorium
Komputer, sekolah yang memiliki 4 jurusan yakni administrasi perkantoran,
akomodosai perhotelan, jasa boga dan busana tersebut bertekad untuk terus
memajukan mutu pendidikan, bagi anak didiknya agar mampu bersaing kompetitif di
dunia kerja. “Saat lulus ketrampilan mereka tak diragukan lagi, karena di
sekolah sudah dibina dengan baik, pasti dapat diandalkan dalam dunia kerja,” tukasnya.
Artikel ini telah tayang di tribunmanado.co.id dengan
judul Kiat sukses SMK Katolik St Familia Tomohon Raih Nilai Tertinggi, https://manado.tribunnews.com/2011/05/19/kiat-sukses-smk-katolik-st-familia-tomohon-raih-nilai-tertinggi.
Link : https://manado.tribunnews.com/2011/05/19/kiat-sukses-smk-katolik-st-familia-tomohon-raih-nilai-tertinggi
